Monday, October 17, 2016
Gelisah hatiku Film Inspiratif Lingkungan
Film pendek ini merupakan gambaran bencana yang akan datang akibat ulah KITA GUYS
View, Like and Commend THX
Sunday, December 6, 2015
PROFIL LENGKAP RUSSIA
A.
GAMBARAN
UMUM
Rusia
atau secara resmi dikenal sebagai Federasi Rusia yaitu republik semi
presidensial federal. Rusia terletak di Eropa Barat yang berbatasan langsung
dengan Norwegia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania dan Polandia, Belarus,
Ukraina, Georgia, Azerbaijan, Kazakhstan, Cina, Mongolia, dan Korea Utara di bagian
barat laut hingga tenggara. Selain itu, Rusia bagian timur berbatasan maritim
dengan Jepang di Laut Okhotsk, negara bagian AS Alaska melintasi Selat Bering,
dan pulau-pulau Arktik Kanada. Rusia merupakan negara terbesar di dunia
mencakup lebih dari seperdelapan luas daratan bumi atau sebesar 17.098.242 km2. Rusia juga negara
kesembilan paling padat penduduknya di dunia dengan jumlah 143,6 juta orang
pada tahun 2013.
Rusia memiliki
latar belakang sejarah yang berawal dari perpindahan bangsa-bangsa Skandinavia
yang dikenal sebagai bangsa Varangia yang dipimpin oleh tokoh semilegendaris
Rurik yang menyeberangi Laut Baltik serta pada tahun 862 M memasuki kota
Novgorod dan memerintah di sana. Rus mengadopsi Kristen
Ortodoks dari Kekaisaran Bizantium dan mulai menyintesis budaya Bizantium dan
Slavia yang didefinisikan sebagai budaya Rusia pada milenium berikutnya. Rus
akhirnya hancur menjadi beberapa negara kecil dan sebagian besar wilayahnya
diinvasi oleh Mongol dan menjadi negara jajahan dari Golden Horde. The Grand Duchy
of Moscow secara bertahap bersatu dengan kerajaan sekitarnya kemudian memperoleh
kemerdekaan dari Golden Horde dan
mendominasi warisan budaya dan politik Kievan Rus. Pada abad ke-18, bangsa ini berkembang
menjadi Kekaisaran Rusia melalui penaklukan, aneksasi, dan eksplorasi.
Kekaisaran Rusia menjadi kerajaan terbesar ketiga dalam sejarah yang membentang
dari Polandia di Eropa hingga Alaska di Amerika Utara.
Labels:
biografi,
militer,
Politik,
sejarah,
sekilas info
Wednesday, August 19, 2015
PILIHAN TEPAT JOKOWI DALAM ME-RESHUFFLE KABINET KERJA
Perombakan
kabinet atau lebih dikenal dengan reshuffle
kabinet merupakan pergeseran dan pergantian para kaki tangan presiden dalam hal
ini kepala kementrian atau badan yang setara dengan kementerian. Apabila dilihat
dari kacamata politik, hal tersebut sudah biasa dalam langkah kepala
pemerintahan untuk mewujudkan program-program agar dapat berjalan sesuai dengan
keinginannya.
Di saat
kepemimpinan kabinet kerja, telah berlangsungnya reshuffle kabinet yang dipimpin oleh presiden jokowi dodo, adapun
beberapa menteri dan setara menteri yang akan membantu kebijakan presiden dalam
kabinet kerja yakni:
Sunday, February 22, 2015
Profil FAHRI HAMZAH
FAHRI
HAMZAH
I.
PENDAHULUAN
Fahri Hamzah merupakan sosok yang dikenal sebagai politisi
kritis yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Nama Fahri Hamzah
mulai dikenal publik sejak reformasi pada awal 1998 pada saat dirinya
aktif menjadi aktivis pemimpin organisasi atau gerakan mahasiswa yang dikenal
sering melaksanakan berbagai diskusi, rapat dan demonstrasi guna menurunkan
rezim orde baru. Selain itu, Fahri Hamzah juga merupakan deklarator dan ketua
umum pertama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Fahri Hamzah
pernah diangkat menjadi staf ahli Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada
tahun 1999 hingga tahun 2002. Kemudian pada tahun 2004, Fahri Hamzah memulai
karir sebagai anggota DPR RI perwakilan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan saat
ini dipercaya kembali oleh rakyat sebagai anggota DPR RI periode 2014 – 2019. Pada
periode 2014 - 2019 ini Fahri Hamzah menduduki posisi penting sebagai Wakil
Ketua DPR RI sekaligus menjadi anggota Badan Musyawarah MPR RI.
Fahri
Hamzah sering melakukan kritisi terhadap politisi non-PKS dan pejabat
pemerintahan yang kurang bekerja dengan baik melalui berbagai artikel di blog
dan status di media sosial seperti twitter dan facebook. Selain menulis
berbagai artikel, ia juga menulis beberapa karya dalam bentuk buku dengan judul
“Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat”, “Negara, Pasar dan Rakyat”, “Kemana
Ujung Century” dan “Demokrasi, Transisi, Korupsi”. Meskipun kritisi yang
dilakukan bertujuan untuk membangun budaya politik Indonesia dan mewujudkan
demokrasi secara lebih baik, tetapi kritisi seringkali disampaikan dengan
bahasa dan kata-kata yang kurang sopan sehingga menimbulkan kontroversi serta reaksi
penolakan dari sebagian masyarakat.
Subscribe to:
Posts (Atom)