Thursday, October 31, 2013

9 pemain bola dunia keturunan indonesia

Akhir-akhir ini Indonesia sedang bergairah tentang persepakbolaan yang sering mendapatkan kemenangan dikancah internasional baik di u-19 maupun u-23, selain itu banyak pula pemainbola keturunan Indonesia terbaik di Eropa yang bermain bersama klub-klub besar. Pemain-pemain keturunan ini tidak hanya hebat di kancah liga domestik, namun juga berprestasi di kancah internasional, bahkan dunia. Kebanyakan dari pemain ini berkewarganegaraan Belanda dan memiliki keturunan Indonesia dari kakek, nenek, atau orang tua mereka yang tinggal di Maluku.

Sebagai orang Indonesia, tentu saja kita boleh bangga melihat berbagai prestasi para pemain ini. Tentu saja kita berharap kelak pemain-pemain asli Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa di bidang persepakbolaan.berikut daftarnya,

Komunis

Masalah :
Komunis sebagai ideology bagi bangsa dunia khususnya Indonesia adalah bahaya laten. Suatu saat akan menunjukan kekuatannya. Dalam arus dewasa globalisasi ini, komunis menggunakan strategi dan taktik besar yang seolah-olah ideology komunis menjadi dibutuhkan hajat hidup manusia maupun variasi lainnya: ekonomi, ideology, dan lain-lain.

Tuesday, October 29, 2013

Lukisan Monalisa yang gokil abis

Sebuah lukisan tua berusia lebih 500 tahun yang digantung di salah satu sudut dinding Museum Louvre di kota Paris, Perancis terus menjadikan misteri yang membingungkan khalayak ramai hingga saat ini. Lukisan cat minyak tersebut menggambarkan seorang gadis yang tidak dinafikan lagi kecantikannya. Dia kelihatan menghadap ke arah pelukis dengan kedua pergelangan tangannya dirapatkan antara satu sama lain. Sekitar 1503, lukisan itu dibuat oleh Da Vinci. 

















Mona Lisa, atau La Gioconda (La Joconde), adalah lukisan minyak di atas kayu poplar yang dibuat oleh Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Lukisan ini sering dianggap sebagai salah satu lukisan paling terkenal di dunia dan hanya sedikit karya seni lain yang menjadi pusat perhatian, studi, mitologi, dan parodi. Lukisan ini dimiliki oleh pemerintah Perancis dan dipamerkan di Musée du Louvre di Paris.
Lukisan setengah badan ini menggambarkan lukisan wanita yang tatapannya menuju pengunjung dengan ekspresi yang sering dideskripsikan sebagai enigmatik atau misterius.
Berikut adalah lukisan-lukisan monalisa yang diedit menjadi kocak

Mengurai Benang Kusut Konflik FPI-AKKBB



Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) merupakan dua gerakan sosial Islam yang memiliki karakter berbeda. FPI adalah gerakan radikal sedangkan AKKBB adalah gerakan liberal, dan juga FPI sangat ketat, sedangkan AKKBB sangat longgar. Masalah yang dipersoalkan mengenai Ahmadiyah yang dianggap sebagai FPI merusak ajaran agama islam, tetapi AKKBB membelanya karena di Indonesia tercantum pasal yang berbunyi bebas memeluk agama sesuai keyakinan. FPI menyerang dan mendesak agar Ahmadiyah dan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dibubarkan, sedangkan AKKBB melindunginya. Pertentangan dua sikap itu berujung konflik berdarah. Insiden Monas merupakan akumulasi dari konflik yang berkepanjangan antara para penentang dan penuntut pembubaran dengan para pembela Ahmadiyah dan JAI. Bentrok fisik tidak hanya terjadi ketika di monas. Ketika Habieb Rizieq menjalani persidangan di Pengadilan Jakarta Selatan, FPI dan AKKBB kerap bersitegang dan terlibat bentrok.

Sunday, October 27, 2013

Sejarah Austria



BAB I
PENDAHULUAN
            Secara etimologi, kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajarah (syajaratun) artinya pohon. Di Indonesia sejarah dapat berarti silsilah, asal-usul, riwayat, dan jika dibuat skema menyerupai pohon lengkap dengan cabang, ranting, dan daun. Di dalam kata sejarah tersimpan makna pertumbuhan atau silsilah. Dalam bahasa Arab kata "kisah" yang umumnya menunjuk ke masa lampau, justru lebih mengandung cerita yang benar-benar terjadi pada masa lampau, yakni sejarah. Di dalam bahasa-bahasa nusantara ada beberapa kata yang kurang lebih mengandung arti sejarah ialah "babad", yang berasal dari bahasa Jawa "tambo", bahasa Minangkabau "tutui teteek", bahasa Roti "pustaka" atau "cerita". Barangkali kata babad ada hubungannya dengan kata "babad" bahasa Jawa dalam arti "memangkas". Hasil pembabadan ialah suasana terang, dengan demikian babad dalam arti sejarah bertugas untuk menerangkan suatu keadaan. Menurut Herodotus, ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan: The Father of History atau Bapak Sejarah. Menurut Herodotus sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia. Dalam hal ini penulis sengaja menulis tulisan dengan tema sejarah Austria karena Negara tersebut memiliki sejarah yang menarik untuk pembaca, Negara Austria juga memiliki pembabakan sejarah yang kompleks sehingga patut untuk dikupas lebih dalam untuk menambah pengetahuan. Selain itu, tulisan ini juga bisa membantu pembaca untuk mengetahui apa yang terjadi di austria dan Negara Austria yang secara tidak langsung berpengaruh juga terhadap NKRI.

Saturday, October 19, 2013

BOM dan TAMTAMA



Cerita ini terjadi di sebuah gedung yg dipasangi BOM waktu. Seorang TAMTAMA bertugas
menjinakan BOM dgn dipandu via radio oleh
komandannya

”Kijang satu ke kijang dua. Bagaimana kondisi disana?? - Ganti” | ”Saya
didpn BOM yg akan meledak komandan, mohon
instruksi - Ganti”

”Tolong bersihkan area dulu TAMTAMA !” | ”Maksudnya, saya nyapu dan ngepel
dulu ya komandan? Mohon insruksi ! Ganti ”

”Bukaaan ! Semprul km ! Ambil radius beberapa mt dr pusat BOM lalu bersihkan area
tsb dr obyek yg bs membahayakan” | ”Siap
Komandan !! ”

Friday, October 18, 2013

Radikalisme VS Deradikalisasi



Jihad
Dari sekian variabel yang dapat menciptakan radikalisme, doktrin jihad boleh dibilang memainkan peran kunci. Sebab, meskipun seorang Muslim menganut paham radikal dalam soal penegakan Syariat Islam dan cita-cita pembentukan khilafah Islamiyah, tidak akan memberikan konsekuensi praktis, selama tidak dibarengi doktrin jihad.
Dengan kata lain, pemahaman kaku tentang jihad berpotensi mengantar seorang Muslim menjadi radikal yang destruktif, dengan menggunakan berbagai instrumen kekerasan untuk membunuh dan/atau terbunuh, dengan alasan berjihad.
 pemaparan tentang jihad ini juga disajikan secara head-to-head antara radikalisme dan deradikalisasi: setiap pendapat dan gagasan tentang jihad di pihak radikal akan langsung disandingkan dengan pendapat dan gagasan pembandingnya.
Namun, sekali lagi, harus ditegaskan bahwa pemaparan argumen dengan argumen tandingannya secara head-to-head akan terlihat bahwa pada bagian tertentu, argumen radikalisme yang lebih kuat, sementara pada bagian lain, giliran argumentasi deradikalisasi yang lebih rasional. Kemungkinan seperti ini merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. Sebab, dalam rangka deradikalisasi, persoalan benar dan salah menjadi nomor dua. Dan yang paling penting adalah bahwa setiap gagasan dan penafsiran selalu tersedia gagasan dan penafsiran pembandingnya.